//
anda sedang membaca...
Berita Media

[Yogya] PPDB HARI PERTAMA DIWARNAI KEKELIRUAN DATA ; Sekolah Favorit Kebanjiran Siswa Luar Kota

Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA yang berlangsung Senin pagi (27/6) diwarnai membanjirnya peserta didik dari luar kota. Bahkan di Sekolah Negeri Berstandar Internasional (SBI), banyak siswa luar kota yang mendaftar memiliki nilai lebih tinggi dibanding dengan siswa dalam kota. Sementara itu di SMAN 1, PPDB hari pertama terjadi kekeliruan data antara yang tercantum dalam Real Time Online (RTO) berbeda dengan penulisan data di berkas.
Pantauan KR di SMAN 8, animo peserta didik dari luar daerah terutama Bantul dan Gunungkidul sangat banyak. Alasan pemilihan SMAN 8 lantaran merupakan salah satu dari tiga SMA favorit di Kota Yogya setelah SMAN 3 dan SMAN 1 sehingga menjamin output yang berkualitas pula. Selain itu dari letak geografis, SMAN 8 sekolah yang mudah diakses transportasi dari Bantul maupun Gunungkidul.
Salah satu wali peserta didik, Sarjono (48) warga Banguntapan Bantul mengaku dua alasan memilih SMAN 8 untuk menyekolahkan putrinya Nurma (15). Alasan tersebut yakni kualitas sekolah serta akses transportasi yang mudah. Dengan Nilai Ujian Nasional (NUN) 37,70 ia optimis memilih SMAN 8 sebagai pilihan pertama. “Meski anak saya SMP-nya di Kota namun pendaftaran SMA menggunakan C1 jadi dia masuk ke kuota siswa luar kota,” tambahnya lagi.
Senada, Sumarji (50) warga Bulurejo Semin Gunungkidul mengaku optimis menyekolahkan anaknya, Miladiyah Laksita (14) ke SMAN 8. Pasalnya SMAN Sekolah Berstandar Internasional (SBI) di Kota Yogya memberikan jaminan kualitas yang baik bagi kelangsungan pendidikan anaknya. Miladiyah yang berasal dari SMPN 1 Karangmojo Gunungkidul optimis masuk ke SMAN 8 dengan NUN 37,45.
Kepala Sekolah SMAN 8, Maryana, MM kepada KR membenarkan fenomena ini. Dijelaskannya, seperti kejadian tahun lalu, SMAN 8 juga diserbu pendaftar luar kota. Bahkan pendaftar luar kota ini NUN yang diperoleh justru lebih tinggi dibanding pendaftar dalam kota.
“Mungkin dengan kuota yang terbatas bagi siswa luar kota yang berani mendaftar ke sini biasanya sudah memiliki modal yang cukup yakni NUN tinggi. Bahkan peserta didik dari luar kota justru menduduki peringkat NUN tertinggi,” tambahnya.
Wakil Kepala Bidang Humas SMAN 1 Yogyakarta Andar Rujito menuturkan data yang tercantum di on line berbeda dengan data yang ada di berkas pendaftar. “Ada yang nilainya menggelembung, ada yang menyusut. Itu membuat pendaftar yang datanya tidak sesuai khawatir kalau tidak bisa dibetulkan, sebab PPDB hanya berlangsung dua hari. Selain itu, data kuota untuk siswa luar Kota Yogyakarta, yang seharusnya sudah terlempar, masih saja tercantum. Kuota asal Kota Yogyakarta 191 siswa baru, sedang kuota siswa dari luar Kota Yogyakarta 84 siswa baru. Tetapi data di on line masih terpasang 100 siswa,” tandasnya.
Dari data sementara pada sistem Real Time Online (RTO) yang terpantau KR hingga sore kemarin menunjukkan empat SBI Negeri yakni SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3 dan SMAN 8 pendaftar dengan NUN tinggi didominasi siswa dari luar kota. Di SMA SBI tersebut tercatat yang memiliki NUN tinggi didominasi oleh siswa luar kota. Seperti yang terjadi di SMAN 3 memiliki siswa dengan NUN tertinggi yakni 40,55. SMAN 1 terdapat empat siswa dengan NUN tertinggi sekitar 39,00, SMAN 2 ada enam siswa dengan NUN tertinggi sekitar 38,00 dan SMAN 8 terdapat 19 siswa dengan NUN kisaran 38,00.

sumber :
www.kr.co.id

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: