//
anda sedang membaca...
Berita Media

[Surabaya] Tidak Puas dengan PPDB Online? Ajukan Class Action

Dewan Pendidikan Surabaya mengajukan class action untuk mengakomodir masyarakat yang tidak terpuaskan dengan sistem PPDB online.

Isa Anshori Ketua Dewan Pendidikan Surabaya memberikan solusi untuk para wali murid maupun peserta didik baru yang merasa tidak puas dengan pendaftaran lewat PPDB online. Melalui hotline pendidikan, Isa menerima 22 laporan pengaduan dari para pendaftar PPDB.

Hampir semuanya mengeluhkan tentang waktu pendaftaran online yang tidak sesuai dengan logika keumuman masyarakat. “Logika yang dibangun melawan logika keumuman masyarakat, ketika pendaftaran itu ditutup jam 4 pagi. Itu kan waktunya istirahat, jam-jam orang kelelahan,” ujarnya pada wartawan, Senin (04/7/2011).

Laporan pengaduan tersebut kemudian disampaikan Isa kepada Ruddy Winarko Ketua PPDB Surabaya. Isa juga mempertanyakan alasan Dinas Pendidikan Surabaya menutup pendaftaran pada Sabtu 2 Juli 2011 pukul 04.00 WIB. Praktis, pendaftaran hanya dibuka selama 2 hari 6 jam.

Namun, Isa merasa tidak mendapat jawaban memuaskan atas pertanyaannya. Dikatakan Ruddy, penutupan di dini hari karena mempertimbangkan traffic akses internet yang memang lebih sepi di jam-jam itu. Sehingga, resiko error bisa diminalisir.

Tapi, kenyataannya menurut Isa tidak demikian. Secara teori, sistem PPDB online memang berjalan baik. Tapi, pada jam-jam terakhir penutupan, beberapa wali murid ataupun pendaftar tidak bisa mengakses situs http://www.ppdbsurabaya.net karena error.

Sementara, Ruddy sendiri menyayangkan protes itu dilayangkan setelah proses pendaftaran ditutup. “Harusnya itu disampaikan lebih awal, kalau sekarang, sudah terjadi, mau mengubah ya tidak bisa. Tapi akan jadi bahan evaluasi,” katanya.

Isa pun sepakat jika laporan pengaduan ini menjadi bahan evaluasi Dinas Pendidikan Surabaya untuk memperbaiki PPDB online tahun depan. Kepada mereka yang belum puas, Isa mengusulkan gugatan class action dan membawa kasus ini ke DPRD Surabaya.

Terkait kasus penerimaan peserta didik yang tidak sesuai dengan pilihan, Isa senada dengan Ruddy bahwa sistem PPDB tidak mungkin memasukkan pendaftar di luar dari sekolah pilihannya. Sistem PPDB, kata Isa sudah merupakan sistem yang terbaik karena bisa meminimalisir kecurangan.(git)

sumber : suarasurabaya.net

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: