//
anda sedang membaca...
Berita Media

[Surabaya]Pro Kontra PPDB via Online

Surabaya – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kota Surabaya periode 2012/2013, telah dilangsungkan. Dalam program yang berupa website, dipersiapkan sebagai pusat informasi, pendaftaran dan pengolahan seleksi data peserta didik baru periode 2012/2013 yang dilakukan secara online tersebut.

Dari data yang dihimpun Centroone.com dari salah satu wali murid yang mendaftarkan anaknya, Ana Farah Diba, di salah satu SLTP Negeri Surabaya, Choirunisah, mengatakan bahwa program ini terbilang mudah dan cukup membantu. Tidak perlu untuk repot-repot datang ke sekolah yang dituju serta membawa formulir.

“Ini sangat mudah. Sebab, tinggal mendaftar lewat situs yaang telah disediakan langsung mendaftar ke sekolah yang kita tuju,” paparnya, Senin (2/7/2012) kemarin.

Kemudian, wanita yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kecamatan Rungkut ini menambahkan, jika setelah pendaftaran di situs PPDB, selanjutnya hanya pemantauan saja hingga diterima atau tidaknya.

“Jadi yah tinggal memantau saja, ini seharian saya suruh kakaknya untuk memantau perkembangannya,” ujarnya.

Dijelaskannya, jika pada saat pendaftaran tersebut juga akan disediakan tiga pilihan sekolah. Dan pastinya, sekolah yang pertama yang menjadi utamanya.

“Pilihan pertama SMP 35, kedua SMP 17, lalu yang ketiga SMP 23. Dan setelahnya, ketika diterima maka akan membawa SKHU (Surat Keterangan Hasil Ujian,red). Sedangkan ijazah dan KK pada tanggal 3 Juli,” tandasnya.

Jika Choirunisah tak keberatan akan sistem PPDB online yang diterapkan Dispendik Surabaya, lain lagi cerita Slamet Budi Prakoso, warga Tales 3/20, Surabaya ini.

Untuk mendaftarkan anaknya, Alodia Rizkita Hanani Pramesti, pensiunan karyawan PT BBI Surabaya ini mengatakan pada centroone.com, bahwa PPDB Online dirasa cukup ribet. Sebab, kalau jaman dulu tinggal datang ke sekolah dan langsung mendapat kursi.

“Dulu itu tinggal mendaftar dan langsung dapat kursi, mas. Tidak seperti saat ini yang harus memakai internet dan sebagainya, tidak efektif menurut saya,” papar Slamet kepada centroone.com, Senin (2/7/2012).

Dijelaskan jika anaknya mendaftar sejak tanggal 29 Juni lalu, sampai hari ini (kemarin,red) sudah bergeser dan alternatifnya akan didaftarkan ke sekolah swasta.

“Sekolah tujuan anak saya SMAN 16,17,dan 14. Tapi saya sudah daftarkan pula ke swasta,” tambahnya.

Dan hingga saat ini, pria 58 tahun ini masih tinggal menunggu penggumuman penerimaan sekolah negeri yang berlangsung Selasa (03/07) hari ini.

“Saya tetap berharap, putri saya bisa masuk negeri,” tandasnya.

Oleh: Made Ardhiangga – Editor: Masruroh

sumber : http://www.centroone.com/index.php/news/2012/07/1r/cover-story-pro-kontra-ppdb-via-online/

About investigasiberita

God Love we all ^_^

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: